27 April 2009

Asibidibam: bilamana disiplin itu ditampilkan?

Disiplin tentu saja harus ditampilkan disetiap waktu. Bukan hanya dikala ada pengawasan dari atasan,orangtua,guru atau pimpinan saja. Disinilah sekali lagi-pentingnya kesadaran dan keikhlasan dalam menjalankan disiplin.

Sebagai contoh seseorang pengemudi kendaraan bermotor yang disiplin begitu naik kendaraan secara otomatis ia memasang sabuk pengamanan. Dia bukan saja menyadari bahwa memakai sabuk pengamanan adalah suatu kuwajiban yang diatur oleh undang-undang tetapi dia juga sadar bahwa memakai sabuk pengamanan adalah demi keselamatan dirinya manakala terjadi kecelakaan lalu lintas.

Demikian halnya pengendara sepeda motor. Begitu naik sepeda motor maka secara otomatis dia memakai helm pengamannya karena dia sadar bahwa helm pengaman akan melindungi kepalanya dari benturan hebat antara kepala dengan aspal jika terjadi kecelakaan. Dia memakai helm pengamanan bukan takut kepada polisi lalu lintas. Baginya ada atau tidak ada polisi lalu lintas yang mengawasi helmnya akan tetap dipakai.

Ada contoh klasik tentang pengamalan disiplin. Seorang perokok berat terpaksa harus mengantongi debu rokok dan puntungnya karena disekitarnya tidak tersedia kotak sampah. Walapun tidak ada yang melihat dia tidak mau membuang puntung rokok sembarangan.

Kapan disiplin mulai ditanamkan dan dibina ??
Para orang tua harus menanamkan disiplin secara dini kepada putra-putrinya. Metodenya tentu disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman anak terhadap suatu masalah.
Pada usia balita tentu tidak mungkin diberi nasihat yang bertele-tele sehingga sukar dicerna. Pemberian latihan dan contoh-contoh tentu akan lebih mudah diresapi dan akhirnya akan diikuti si anak. Si kecil yang setiap bangun tidur dilatih untuk menggosok gigi sambil diberi contoh tentu akan mudah melekat dibenaknya daripada diberikan penjelasan yang sulit dicerna oleh otaknya.

Pendek kata,penanaman disiplin, pembinaan dan pengawasan disiplin dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan metode yang tepat.



23 April 2009

Asibidibam- siapa yang terlibat dalam masalah disiplin ?

Ada banyak pihak yang terlibat langsung dalam masalah disiplin.

1. Setiap individu. Setiap pribadi-pribadi tentu harus memiliki disiplin pribadi yang baik agar kehidupan pribadinya menjadi tertib. Disiplin pribadi yang baik akan menjadi modal utama bagi terwujudnya disiplin dalam keluarga dan berturut-turut akan berpengaruh terhadap terwujudnya disiplin nasional.

2. Orang tua. Orang tua selain harus memiliki disiplin pribadi yang baik juga berperan sebagai pembina dan pengawas disiplin dilingkungan keluarganya. Mustahil orang tua dapat melakukan peran tersebut jika diri mereka sendiri tidak disiplin.

3. Pimpinan. Setiap pimpinan instansi baik dilingkungan sekolah, lingkungan pemukiman, lingkungan kerja pada hakekatnya adalah pembina dan pengawas disiplin bagi individu yang ada dalam lingkungannya. Seorang kepala sekolah, rektor dengan dibantu para staf dan para guru/ dosen wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap murid-murid/ mahasiswanya.

Dilingkungan TNI dan Polri ada para komandan yang mempunyai peran sebagai pemimpin, guru dan sekaligus bagi bapak. Mereka dengan dibantu oleh staf terkait melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap anggota bawahannya. Selain itu para komandan juga dibantu oleh badan khusus yang membidangi pengawasan dan penegakan disiplin dan tata tertib misalnya Inspektorat Jenderal/ Inspektorat, Polisi Militer dan Provoost Satuan.

Ada juga instansi yang mempunyai organ khusus semacam Badan Kehormatan yang bertugas menjamin bahwa displin karyawan atau anggota instansi bersangkutan tetap terpelihara dengan baik.